Program Eco Brick, Kepsek SMPN 23 Pekanbaru Ajak Seluruh Siswa Sekolah Kelola Sampah Dengan Bijak
PEKANBARU, AKTUALDETIK.COM,- Kepala SMPN 23 Pekanbaru, Edi Suhendri menerima kunjungan studi banding mulai dari ratusan Kepala Sekolah Negeri dan Swasta se-Kabupaten Indragiri Hulu hingga pihak Kementerian Lingkungan Hidup/Kehutanan dan Pariwisata Indonesia tentang program eco brick yang sudah dilakukan oleh SMPN 23 Pekanbaru sejak tahun 2021
Edi menjelaskan kepada awak media, Jumat(21/7/2023) bahwa program eco brick tersebut demi mendidik dan mengajarkan kepada para siswa-siswi agar mampu mengolah dan mengelola sampah plastic dengan bijaksana. Diharapkan kepada para siswa/i bisa menerapkan program eco brick di lingkungan sekolah dan terutama di keluarga tempat tinggalnya.
Kepsek SMPN 23 Pekanbaru, Edi pun menjabarkan disaat belum lama ini dirinya ditunjuk menjadi pemberi materi eco brick kepada 400 Kepala Sekolah dari berbagai jenjang se-Kab.Inhu. Dengan antusias dan rasa penasaran yang sangat tinggi ratusan Kepala Sekolah mengunjungi langsung ke SMPN 23 Pekanbaru.
Edi menyebut bahwa para Kepsek tersebut mendengar berita-berita seputar eco brick lalu merasa tertarik dan ingin melihat langsung bukti program tersebut secara nyata. Para Kepsek tersebut ingin mengembangkan program eco brick tersebut di sekolahnya masing-masing.

“Kita juga turut membantu pemerintah dalam menanggulangi sampah plastic serta mendidik anak-anak sebagai agen penyelamat lingkungan hidup.” Tegas Edi.
“Anak-anak kita ajarkan bagaimana mengelola sampah yang tidak bermanfaat ini menjadi sesuatu yang bermanfaat, nah sekarang kami sudah dalam tahap membangun ruangan OSIS seluas 3 x 4 meter yang menggunakan eco brick ini sebagai blok bangunan tersebut.” Sambungnya.
Dia mengatakan bahwa total berat sampah plastic yang dijadikan sebagai blok bangunan OSIS ini yakni hampir 2,5 ton. Ditambahkannya dari pihak Kementerian LHK & Pariwisata juga berkunjung ke SMPN 23 Pekanbaru yang tetap konsisten menjalankan program eco brick ini.
“Saya juga sebagai doctor dibidang lingkungan hidup mengajak untuk setiap sekolah-sekolah yang lain di Kota Pekanbaru khususnya, ayo bersama turut menyelamatkan bumi kita ini dari sampah plastic, yang mana kita tahu bahwa sampah plastic ini membutuhkan ratusan tahun untuk terurai secara sempurna dengan sendirinya.” Ujar Edi dalam pernyataannya.
Untuk diketahui, Ecobrick adalah botol plastik yang dikemas padat dengan plastik bekas untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali yang mencapai penyerapan plastik. Ecobrick dapat digunakan untuk memproduksi berbagai barang, termasuk furnitur, dinding taman, dan struktur lainnya. Ecobrick diproduksi terutama sebagai cara untuk mengelola plastik yang dikonsumsi dengan mengasingkannya dan menyimpannya dengan aman, dengan mengurangi luas permukaan bersih dari plastik yang dikemas untuk secara efektif mengamankan plastik agar tidak terdegradasi menjadi racun dan mikroplastik. Ecobricking adalah upaya individu dan kolaboratif.
Gerakan ecobricking mempromosikan proses ecobricking pribadi sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran akan konsekuensi konsumsi dan bahaya plastik. Ini juga mempromosikan proses kolaboratif sebagai sarana untuk mendorong masyarakat mengambil tanggung jawab kolektif atas plastik bekas mereka dan menggunakannya untuk menghasilkan produk yang bermanfaat.
.png)


Komentar Via Facebook :