Korban Reaktif

Waspada...!!! RS Vita Insani Korban Kecelakaan Di Positifkan Covid-19

Waspada...!!! RS Vita Insani Korban Kecelakaan Di Positifkan Covid-19

Foto Kristin Nova Leli Panjaitan korban Laka lantas yang di Covid kan oleh pihak RS Vita Insani Kota Pematang Siantar Sumatera Utara, di saat terbaring selama enam jam di ruangan IGD tanpa ada pelayanan medis dari pihak RS.

SIANTAR AKTUALDETIK.COM - Pihak Rumah Sakit Vita Insani Kota Pematang Siantar Sumatera Utara, menetapkan Kristin Nova Leli Panjaitan korban Laka lantas yang terjadi di wilayah hukum Polsek Tanah Jawa Kabupaten Simalungun. Kristin Nova Leli Panjaitan di ketahui warga Huta III, Lumban Lintong. Kelurahan Mariah Hombang Kecamatan Huta Bayu Raja. Kabupaten Simalungun.

Menurut hasil informasi yang diperoleh dari pihak keluarga Kristin Nova Leli Panjaitan setelah pihak rumah sakit Vita Insani menetapkan Kristin korban Laka lantas tersebut positif Covid-19. Pihak keluarga Kristin Nova Leli Panjaitan mengaku pada kru media ini, bahwasanya pihak Rumah Sakit Vita Insani Pematang Siantar telah menelantarkan korban selama 6 jam tanpa ada pertolongan bantuan insentif dari pihak RS Vita Insani.

Kronologis bermula saat korban Kristin Nova Leli Panjaitan mengalami kecelakaan dengan mengendarai sepeda motor di Jalan besar Tanah Jawa Kabupaten Simalungun.

Menurut hasil keterangan warga di TKP, pada saat itu Kristin Nova Leli Panjaitan keadaan gawat darurat. Karena kondisinya darurat, kemudian warga setempat langsung melarikan korban ke RS.Vita Insani di Jalan Merdeka Kota Pematang Siantar sekitar pukul 01.15 wib.

Sesampainya di RS.Vita Insani Pematang Siantar Kristin Nova Leli Panjaitan langsung di lakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis bedah dan di Swab Antigen Sars CoV-2, yang akhirnya pihak RS Vita Insani menyatakan kalu Kristin Nova Leli Panjaitan Positif Covid-19.

Mendengar hal pernyataan pihak RS Vita Insani, Keluarga korban pun terkejut dan bertanya-tanya dengan hasil keterangan dari pihak RS Vita Insani yang menyatakan kalau Nova Leli Panjaitan positif Covid-19.

Sementara pernyataan warga setempat wilayah terjadinya Laka lantas, mengaku membawa Kristin Nova Leli Panjaitan ke rumah sakit Vita Insani dikarenakan kecelakaan berlalulintas di Tanah Jawa.

Selanjutnya Yanti Malau salah satu anggota keluarga korban angkat bicara, dirinya merasa curiga sepertinya ada kejanggalan dalam hasil pemeriksaan pihak RS Vita Insani tersebut.

"Pemeriksaan swab test yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah ia itu dokter Edwin yang menyatakan Kristin Nova Leli Panjaitan postif Covid-19. Saya sama sekali tidak percaya dan itu tidak benar. Kristin Nova Leli Panjaitan resmi korban kecelakaan. Saya tidak terima dengan tuduhan pernyataan dokter Edwin yang menyatakan Nova Leli Panjaitan penyakit covid. Tolong pak kalau mau melakukan pernyataan yang benar dan jelas, Nova Leli keluarga saya belum sadar sudah dikatakan covid." paparnya Yanti Malau dengan wajah sedih sembari meneteskan air mata.

Selanjutnya, masih dengan keluarga korban yang bernama Henderson Silalahi keluarga dari almarhum Kristin Nova Leli Panjaitan saat di konfirmasi kru media ini, mengaku, kalau dokter yang bersangkutan bertolak belakang tidak mau memberikan jawabannya atau tidak dapat memberikan penjelasan kepada keluarga korban, malah mengarahkan ke Humas RS.Vita Insani yang notabenenya bukan merupakan seorang dokter.

Walaupun demikian Henderson Silalahi bersama dengan suaminya Kristin Nova Leli Panjaitan korban Laka lantas tersebut, menuruti arahannya dokter yang bersangkutan untuk mempertanyakan penjelasan terkait dengan korban Laka lantas yang bisanya di jadikan positif Covid-19, kepada Humas RS.Vita Insani.

Namun menurut penjelasan Henderson Silalahi bersama dengan Suaminya Kristin Nova Leli Panjaitan, jawaban dari humas RS Vita Insani mengatakan bahwasanya waktu diperiksa dan dilakukan Swab Test positif, akan tetapi humas RS mengatakan itu bukan jaminan.

"Pada saat di lakukan pemeriksaan Swab Test positif, akan tetapi itu bukan jaminan bahwa korban positif," jawabannya Sutrisno Munthe selaku Humas di RS.Vita Insani.

Dan juga Humas RS.Vita Insani menambahkan bahwasanya mereka tidak mempunyai fasilitas yang lengkap untuk ruangan pasien covid-19 dan kecelakaan, alasannya dikarenakan harus membutuhkan tiga dokter bedah untuk menangani pasien seperti kristin.

Jawaban Sutrisno Munte humas tersebut membuat keluarga korban menjadi semakin tambah bingung dan tidak tau harus berbuat apa-apa. Yang parahnya lagi, tak satupun perawat atau dokter yang mau menangani Kristin Nova Leli Panjaitan yang posisi terbaring dan tidak sadarkan diri di ruang IGD Isolasi selama enam jam. Karena dokter dan perawat tak ada satupun yang mau menangani Kristin Nova Leli Panjaitan, kemudian keluarga korban meminta tolong agar Kristin Nova Leli Panjaitan segera ditangani. Akan tetapi pihak RS.Vita Insani mengarahkan agar dirujuk ke Rumah Sakit Djasamen Saragih atau RS. Efarina Medan.

Menurut pengakuan pihak korban, keluarga nya harus melakukan persyaratan, keluarga korban diharuskan menandatangani surat pernyataan isolasi yang Pasien akan dirawat diruang isolasi dan Pasien tidak boleh didampingi oleh keluarga selama dalam perawatan dan juga keluarga tidak diberikan jam kunjungan.

Selanjutnya persyaratan tersebut  Apabila pasien meninggal selama perawatan di rumah sakit Jenazah tidak boleh dibawa pulang dan akan dilakukan pemakaman sesuai dengan protokol Covid-19.

Apabila persyaratan yang di berikan oleh pihak RS Vita Insani tidak di setujui dan tidak di tandatangani keluarga korban. Maka Kristin Nova Leli Panjaitan korban Laka lantas tersebut, akan dibiarkan oleh pihak RS Vita Insani begitu saja terbaring di ruangan IGD.

Singkat kronologis nya, keluarga korban yang menerima surat pernyataan isolasi dengan harus melakukan persyaratan penandatanganan dari pihak RS Vita Insani tersebut untuk dirujuk.

Keluarganya korban sepakat untuk tidak menandatangani surat pernyataan dari RS Vita Insani dan akan membawa sendiri Kristin Nova Leli Panjaitan ke RS. Djasamen Saragih yang berada di Jalan Sutomo Kota Pematangsiantar, sekitar pukul 21.00 Wib.

Setelah selesai melakukan pembayaran administrasi pada pukul 23:00.wib korban dilarikan ke RSU DJasamen Saragih atas inisiatif keluarga bukan atas rujukan dari RS Vita Insani. Sesampainya disana korban tetap juga dilakukan pemeriksaan Antigen dan hasilnya juga positif.

Kemudian pada hari Kamis, 21 Juli 2021 korban masih tetap berada di ruangan IGD karena ruangan untuk Isolasi terisi penuh. menurut pihak RS bahwa yang dinyatakan Reaktif tidak dapat dirawat diruangan umum dan disarankan dirujuk ke RS di Medan.

Menunggu dapat informasi RS mana yang akan dituju ke medan hingga tengah hari. Disaat menunggu
pihak RS mengatakan bahwa saat ini sudah ada ruangan kosong untuk korban.

Oleh karenanya korban tidak jadi dirujuk kemedan dan dirawat di RS Djasamen Saragih. Pada pukul 17:00 wib korban dinyatakan meninggal dunia dan dijelaskan bahwa korban harus dimakamkan sesuai protokol kesehatan atau dikebumikan secara covid 19. Walau belum bisa dipastikan korban positif atau bukan karena pada awalnya dikatakan Reaktif. 

Yang jadi pertanyaan bagi keluarga, disaat hendak menandatangani surat pengakuan dari keluarga bahwa bersedia dikebumikan sebagaimana layaknya penderita covid 19, petugas gugus tugas bermarga simatupang mengatakan dan menunjukkan surat yang mengatakan bahwa, korban adalah pasien yang dirujuk dari RS Vita Insani. Spontan keluarga membantah karena mereka kesana atas inisiatif sendiri dan keluar dari RS Vita Insani adalah kemauan sendiri.

Namun setelah pihak keluarga korban mendengar perkataan dari salah seorang petugas gugus yang bermarga Simatupang mengatakan pasien rujukan dari rumah sakit Vita Insani. Kemudian kelurga korban membantah.

"Kenapa ada surat yang mengatakan bahwa kami durujuk dari RS Vita Insani? kami curiga dalam hal ini, dan timbul praduga adanya permainan atau persekongkolan dalam hasil Antigen tersebut. Jangan-jangan adik kami ini dipaksakan harus pisitif covid ujar salah satu keluarga korban. 

*(135)*

 

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau mengetahui kejadian/peristiwa dimanapun atau ingin berbagi foto dan video, silakan dikirim ke nomor WA:  0812 6830 5177 - Atau EMAIL redaksi : [email protected].
JANGAN LUPA 
Mohon dilampirkan data pribadi.

Komentar Via Facebook :