EDITORIAL REDAKSI
Gubernur Sumut, Bobby, Harus Selamatkan Bank Sumut Dari "Perampok"
Foto Ketua Dewan Redaksi Aktualdetik.com, Feri Sibarani, SH, MH, saat memberikan ulasanya dalam program Editorial Redaksi
AKTUALDETIK.COM - Editorial Redaksi Aktualdetik.com kali ini mengangkat topik dugaan Korupsi di Bank Sumut, yang belakangan menjadi sorotan masyarakat, khusunya para aktivis pegiat korupsi di Sumatera Utara. 13/02/2026.
Editorial ini menghadirkan Ketua Dewan Redaksi, Feri Sibarani, SH, MH, sebagai narasumber untuk merespon sejumlah pemberitaan yang telah menjadi bahan perbincangan dan sekaligus kekhawatiran akan dampak buruk terhadap pendapatan daerah maupun perekonomian masyarakat.
Feri Sibarani, menjawab pertanyaan jurnalis Aktualdetik.com menyikapi pemberitaan yang cukup marak di berbagai media tentang dugaan Korupsi keuangan BUMD unggulan Sumut itu mengatakan, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution perlu segera mengambil langkah konkret dan cepat, mengingat pemberitaan yang terlalu massif akan berdampak serius bagi citra Bank Sumut selaku BUMD Pemerintah.
"Disisi lain peran media sangat sentral dan krusial untuk menciptakan keseimbangan dan kontrol pengelolaan dana Pemerintah dan dana publik secara independen. Namun ada aspek lain yang juga perlu diselamatkan, yakni kehancuran kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sumut maupun kepada Gubernur Sumatera Utara selaku pengontrol utama dan pemegang saham terbanyak di BUMD itu" Sebut Feri Sibarani, hari ini.
Menurutnya, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, sudah bijak saat memberikan responya terhadap semua tindakan Pejabat Pemprov Sumatera Utara yang terbukti melakukan Korupsi, yakni mengingatkan jajaran secara keras untuk tidak sekali-kali melakukan tindakan Korupsi.
"Berdasarkan survey kita di berbagai media, pak Bobby Nasution selaku Gubernur Sumut sudah acap kali mengingatkan jajaran, bahkan terang-terangan berkomitmen akan mendukung lembaga penegak hukum untuk membongkar semua kejahatan Korupsi di pemberintahan Provinsi Sumut" Jelasnya.
Feri dalam ulasanya pun merinci beberapa kasus dugaan Korupsi Bank Sumut yang sempat menarik perhatian masyarakat, antara lain kasus Korupsi Kredit Modal Usaha Bank Sumut yang masih berjalan di Kejati Sumut dengan kerugian keuangan Negara sebesar Rp 2,29 Miliar rupiah.
Disebutkan, kronologi tanggal kejadian kasus diungkap 10 November 2025 dan Lokasi di Kantor Cabang Pembantu Bank Sumut Krakatau, Medan. Dari Informasi yang beredar, di ketahui tersangka adalah seorang analis kredit Bank Sumut berinisial LPL (Lutfi Putra Lesmana).
Adapun peran tersangka LPL disebutkan diduga melakukan mark-up nilai agunan kredit modal usaha, memalsukan data, dan menyalahi prosedur dalam pencairan kredit kepada debitur CV HA Group pada tahun 2012.
"Informasinya, nilai dugaan kerugian negara: sekitar Rp 2,29 miliar akibat kredit yang disetujui tidak sesuai dengan ketentuan. Akhirnya Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menetapkan LPL sebagai tersangka dan kanarnya ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IA Tanjung Gusta Medan selama pemeriksaan" Kata Feri.
Selain itu masih ada dugaan Kasus Korupsi Lain di Bank Sumut Rp 1 Miliar. "Selain kasus di atas, ada berita bahwa pada pertengahan tahun 2025 (sekitar Juli Agustus) muncul laporan media tentang dugaan korupsi senilai sekitar Rp 1 miliar di kantor pusat Bank Sumut (Direktorat Keuangan dan IT) yang kita ketahui, manajemen bank tidak memberikan keterangan secara resmi kepada media. Sumber: HarianBisnis.com, Agustus 2025" Ujar Feri Sibarani.
Yang terakhir dalam catatanya, Feri Juga mengatakan, Ombudsman menemukan Maladministrasi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Meskipun bukan secara eksplisit disebut sebagai kasus korupsi pidana, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Sumatera Utara menemukan maladministrasi serius dalam penyaluran KUR oleh Bank Sumut, termasuk penyalahgunaan identitas warga untuk pengajuan kredit, yang kemudian tetap ditagih oleh bank meskipun orang tersebut tidak pernah mengajukan" Lanjutnya.
Kabarnya, Instituto Ombudsman meminta ada tindakan korektif dan audit independen dari Bank Sumut. Kembali kepada cara Gubernur Sumut, Bobby Nasution, dalam merespon sejumlah kasus "Perampokan" uang Negara di Pemprov Sumatera Utara, termasuk ditubuh BUMD itu, Feri mengaku, Respon Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution terhadap isu korupsi di 2025 secara umum sudah sangat bagus.
"Bobby sudah pernah menegaskan dukungan terhadap penegakan hukum dan kesediaan kooperatif dengan KPK, termasuk menjawab panggilan pemeriksaan jika diminta. Saya kira itu juga pasti berlaku kan terhadap berbagai Skandal Bank Sumut ini" Katanya.
Namun disebutkan, Bobby Nasution harus gerak cepat menata Bank Sumut, termasuk mengajukan Direktur Utama, dan dewan Direksi yang benar-benar kompeten, dan ekspert di bidangnya, berikut dengan sistem pengelolaan Informasi yang mumpuni dengan melibatkan media-media yang mampu menghadirkan Informasi yang kredibel, bertanggung jawab, profesional, serta mengedepankan dukungan terhadap program Bank Sumut dalam rangka memberikan kontribusi bagi program ekonomi Pemerintah.
Sumber: Wawancara Story.kejaksaan.go.id HarianBisnis.com, Agustus 2025. Ombudsman.go.id perwakilan Sumut. Penulis: Santy Lusia, SE



Komentar Via Facebook :