Bapas Palangka Raya kembali melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Ke 52

Bapas Palangka Raya kembali melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Ke 52

Bapas Palangka Raya kembali melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Ke 52

PALANGKA RAYA,AKTUALDETIK.COM

Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palangka Raya kembali melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Dewasa Edisi ke-52 dengan membahas 14 usulan program integrasi bagi Warga Binaan. Sidang ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap usulan integrasi melalui proses penilaian yang objektif, cermat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selasa (13/10/2026)

Dalam sidang tersebut, Tim TPP membahas sebanyak 12 usulan Pembebasan Bersyarat (PB) dan 2 usulan Cuti Bersyarat (CB). Berdasarkan hasil pembahasan dan pertimbangan tim, sebanyak 13 usulan dinyatakan disetujui untuk dilanjutkan proses penyelesaian hasil Litmasnya, terdiri atas 12 usulan PB dan 1 usulan CB. Sementara itu, 1 usulan CB lainnya ditunda penyelesaian hasil Litmasnya, karena Warga Binaan yang bersangkutan sedang menjalani penempatan di sel isolasi.

Persetujuan terhadap 13 usulan tersebut diberikan setelah Tim TPP melakukan pembahasan terhadap hasil Litmas dan memastikan tidak ditemukan permasalahan yang menjadi hambatan dalam proses pengusulan integrasi. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi pribadi, perilaku, lingkungan sosial, serta kesiapan Warga Binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Kepala Bapas Kelas I Palangka Raya, Theo Adrianus, menegaskan bahwa pelaksanaan Sidang TPP merupakan salah satu bentuk komitmen Bapas dalam menjaga kualitas rekomendasi program integrasi agar tetap mengedepankan prinsip objektivitas, profesionalitas, dan akuntabilitas.

“Setiap usulan integrasi harus melalui proses penilaian yang cermat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami ingin memastikan bahwa rekomendasi yang diberikan tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat. Apabila masih terdapat hal yang perlu didalami, tentu kami mengedepankan kehati-hatian sebelum memberikan rekomendasi,” ujar Theo.

(Al)

Komentar Via Facebook :