Milad ke-46, RSUD Arifin Achmad Gelar Seminar Lawan Kanker dengan Hidup Berkualitas
PEKANBARU, AKTUALDETIK.COM,- Bersempena dengan Milad yang ke-46, RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau mengadakan seminar awam tentang kanker dengan tajuk “ Lawan kanker dengan hidup berkualitas “di Ruang Serbaguna RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau (27/05/2022).
Seminar yang di moderatori oleh dr. Yenni Oktavia, Sp.Rad ini menghadirkan narasumber dokter spesialis ahli kanker di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau yakni dr. Muhammad, Sp.B(K) Onk dan Dr. dr. Elmi Ridar, Sp.A serta diikuti oleh sebagian besar para penyintas kanker yang telah berobat di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.
Kanker merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian nomor tujuh di Indonesia. Prevalensi kanker di Indonesia cukup tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 mencatat prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1,4 per 1.000 penduduk atau setara dengan 347 ribu orang.

Dari sekian banyak kanker yang menyerang masyarakat Indonesia, kanker payudara dan kanker leher rahim masih menjadi penyakit kanker tertinggi yang diderita wanita. Sedangkan untuk laki-laki adalah kanker usus besar (kolorektal) dan kanker paru.
Direktur RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau drg. Wan Fajriatul Mamnunah, Sp.KG dalam sambutannya menyampaikan dengan mengikuti seminar ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi para peserta serta mampu hidup berkualitas dan bersemangat dalam melawan kanker.
Pemaparan materi dr. Muhammad, Sp.B(K) Onk dan Dr. dr. Elmi Ridar, Sp.A
dr. Muhammad dalam paparan materinya menyampaikan salah satu yang dibutuhkan pasien kanker untuk meningkatkan kualitas dan keluarga adalah perawatan paliatif. Dengan menjalaninya diharapkan pasien dan keluarga dapat menerima keadaan dengan ikhlas dan terus optimis dalam menjalani pengobatan.
dr. Elmi dalam pemaparannya menyampaikan pentingnya mempersiapkan diri bagi penderita kanker untuk menjalani pengobatan. Seringkali pengobatan kanker ini memiliki efek samping yang dapat menyebabkan malnutrisi bagi pasien. Untuk mencegah Malnutrisi tersebut, maka penderita kanker diharapkan mampu mensiasati efek samping tersebut agar nutrisi dalam tubuh terjaga dan tetap kuat saat menjalani pengobatan kanker.
Untuk menekan kejadian kanker, Elmi mengimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, menjauhkan diri dari faktor risiko terkena kanker. Kanker dapat dicegah dengan menghindari faktor risikonya. Antara lain, menghindari paparan asap rokok, polusi, sinar UV, konsumsi alkohol, serta diet rendah serat. Selain itu, mempertahankan untuk tetap aktif secara fisik penting dalam upaya mencegah kanker.
Mardiah menyampaikan persoalan kanker tidak hanya menjadi permasalahan penderita kanker dan tenaga kesehatan saja. Menurutnya, kanker sudah menjadi isu besar dunia. Dengan demikian diharapkan semua orang, baik individu maupun komunitas, dapat berperan dalam upaya mengurangi kematian akibat kanker.
"Secara individu, selain menjalani pola hidup sehat dan rutin berolahraga, diharapkan juga lebih perhatian terhadap tanda dan gejala kanker serta deteksi dini. Menemukan kanker sejak dini akan memperbesar kemungkinan keberhasilan pengobatan," jelasnya di sela-sela peringatan Hari Kanker Sedunia 2022.
Memberikan dukungan fisik dan mental terhadap penderita kanker, tambah Mardiah, juga dibutuhkan dalam mendukung ketahanan hidup baik pada masa perawatan maupun setelahnya.
Pemerintah diharapkan bisa menunjukkan komitmennya dalam penyediaan sumber daya yang memadai. Hal itu bertujuan untuk mengurangi kematian karena kanker sekaligus meningkatkan kualitas hidup penderita.


Komentar Via Facebook :