Unilak Bagi - Bagi Sembako

Unilak Perduli Mahasiswa, Rektor Dan Presma Bagikan Sembako 400 Paket

Unilak Perduli Mahasiswa, Rektor Dan Presma Bagikan Sembako 400 Paket

Presiden Mahasiswa Unilak, Amir Aripin Harahap Dan Sejumlah Mahasiswa Penerima Sembako

PEKANBARU AKTUALDETIK.COM - Menghadapi pendemi Global virus Corona ( Covid - 19 ), ribuan mahasiswa Universitas Lancang Kuning Pekanbaru tidak luput dari dampak signifikan, terutama soal kebutuhan hidup dan biaya kuliah yang kebanyakan masih di suplay orang tua, kini mengalami kendala yang akibat kebijakan pemerintah dengan social distancing dan psycal distancing serta himbauan tetap tinggal di rumah. 

Beban yang semakin berat itu khususnya terasa bagi para mahasiswa yang berasal dari luar daerah, dimana kebanyakan mahasiswa berstatus kost dengan biaya bidup yang sangat mahal, ditambah biaya kuliah yang wajib dibayarkan setiap semester kini terganggu oleh kebijakan pemerintah untuk tetap tinggal dirumah. 

Sebagai wujud keperdulian Unilak atas mahasiswa yang terdampak langsung akibat pandemi global Virus yang telah menggoncang dunia itu, Rektor Unilak yang bekerjasama dengan Presma Unilak, Amir Aripin Harahap lakukan aksi bagi-bagi sembako bagi mereka yang membutuhkan. 

, "Seperti kita ketahui, Corona ini musibah global yang sudah sangat menggoncang semua Negara di Dunia, tak terkecuali Indonesia, Pekanbaru utamanya, kita disini juga sudah merasakan dampak Negatif dari Covid - 19 ini, sejumlah besar mahasiswa kita juga mengalami kesulitan atas biaya hidupnya dan biaya kuliah karena akibat kebijakan pemerintah yang melarang masyarakat keluar rumah, " Ungkap Amir di sela-sela kegiatan. 

Selain Amir dan kawan-kawan, turut serta dalam program Unilak sayang mahasiswa ini tampak Rektor Unilak sangat memberi dukungan materil dan moril kepada kegiatan yang sangat membantu mahasiswa itu.

Amir dan kawan-kawan menyebutkan kegiatan ini bukan saja hanya sebagai soal beri memberi saja, melainkan menurut Amir, hal itu juga sebagai bukti keperdulian dan rasa sayang rektor Unilak kepada mahasiswanya.

,"Ini kita sebut sebagai kegiatan Unilak sayang dengan mahasiswanya, di lain pihak kita juga berharap Pemerintah juga harus sayang rakyat, " Lanjut Amir yang selalu aktif menyuarakan keadilan dan penegakan hukum di Riau. 

Dalam program yang bertajuk program Unilak Sayang Mahasiswa itu berhasil membagikan Sembako dengan jumlah 400 paket sembako gratis kepada mahasiswa Unilak.

Selain Presma Unilak, BEM Unilak yang turut serta membagikan sembako tersebut sangat mengapresiasi Rektor Unilak yang telah memfasilitasi acara tersebut.
 
“Kita sangat mengapresiasi kepedulian pak rektor yang telah mefasilitasi acara ini 400 paket sembako, yakni beras 5 kg, indomie 10 bungkus dan telur 10 biji perpaket, semua di siapkan oleh Unilak dan di bagikan secara gratis kepada mahasiswa Unilak yang membutuhkan” Ungkap Amir Aripin Harahap. 

Menurut Amir Harahap, kebijakan social distancing itu mesti ada solusi agar masyarakat mematuhinya. 

,"Jadi kebijakan pemerintah tentang social distancing itu harus ada solusi. Masyarakat bukan tidak mau patuh tapi mereka yg miskin kalau di rumah saja bisa gak makan anak istrinya maka pemerintah harus memastikan kebutuhan pokok mereka aman. Hari ini kita sudah buat program Unilak sayang mahasiswa, kita tunggu program pemerintah sayang rakyat”
Ujarnya dengan tegas. 

Menangani covid 19 ini menurut Presiden Mahasiswa Unilak yang juga Koordinator Pusat BEM Se Riau seharusnya tidak perlu banyak seremonial dan himbauan tapi harus ada langkah konkret. 

,"Saya menilai penanganan covid 19 ini masih banyak himbauan dan seremonial saja langkah kongret belum. Harusnya setiap ada kebijakan harus ada solusi. 
Pemerintah buat kebijakan social distancing tapi kebutuhan pokok masyarakat yang kurang mampu tidak di pastikan aman, himbauan jangan mudik tapi kawan-kawan mahasiswa yang ekonomi orang tuanya rendah tidak di pikirkan," Katanya. 

Menurutnya akibat kebijakan Pemerintah tersebut, orang tua para mahasiswa di kampung di batasi keluar rumah sehingga tidak bisa kerja maksimal, dan akhirnya tidak mampu kirim biaya kuliah anaknya. 

,"Biaya kost, makan dan lain-lain gak di pikirkan oleh pemerintah dan penyemprotan disinfektan juga saya kira banyak yang tidak tepat sasaran di jalan-jalan raya, sementara di pemukiman warga masih banyak yg belum pernah di semprot. Tutup Amir. 

Editor : Feri Sibarani. 

Komentar Via Facebook :