Hari Asma Sedunia, RSUD Arifin Achmad Adakan Penyuluhan Keehatan

Hari Asma Sedunia, RSUD Arifin Achmad Adakan Penyuluhan Keehatan

PEKANBARU, AKTUALDETIK.COM,- Dalam rangka mempetingati hari asma sedunia, Tim PKRS RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau bersama dengan Kelompok Staf Medis (KSM) Ilmu Kesehatan Anak mengadakan penyuluhan di Ruang Tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Adapun tema yang diangkat yaitu asma pada anak dengan narasumber dokter spesialis anak RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dr. M. Robi, Sp. A, M.Biomed.

Dalam penyuluhan ini, dr. Robi menyampaikan Asma adalah penyakit penyakit saluran pernafasan kronis yang disebabkan oleh faktor – faktor tertentu seperti Iritasi, alergi, virus, dan beraktivitas fisik yang berat.

Ciri – ciri anak terkena asma yakni mengi, sesak nafas, dada tertekan, dan batuk – batuk. Faktor pencetusnya bisa akibat tungau atau debu, asap rokok, dan bulu binatang. Jika terjadi serangan maka dianjurkan segera mengkonsumsi obat pereda (jika ada) atau segera dibawa ke dokter, klinik atau rumah sakit terdekat.

Agar terhindar dari penyakit asma, Kepada para orang tua dr. Robi berpesan agar aware terhadap asma dengan mengenali gejalanya, berprilaku hidup bersih, maksimalkan nutrisi anak dengan makan makanan bergizi seimbang dan jauhi segala hal yang merupakan pencetus asma. Jangan pernah sepelekan asma karena jika dibiarkan dapat merusak fungsi paru pada anak – anak.

Hari Asma Sedunia diperingati 5 Mei setiap tahunnya. Hari Asma diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang asma dan pengelolaannya di seluruh dunia. Tema Hari Asma tahun ini adalah 'Menutup Kesenjangan dalam Perawatan Asma.' Asma merupakan penyakit tidak menular yang menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Hal ini terutama disebabkan ketika saluran udara di paru-paru menyempit menjadi peradangan dan pengencangan otot.

Tingkat keparahan asma bervariasi dari orang ke orang dan sangat tergantung pada infeksi virus, debu, asap, kondisi cuaca, serbuk sari, hewan, sabun dan parfum. Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asma memengaruhi sekitar 262 juta orang pada 2019 dan menyebabkan 461 ribu kematian. 

Penderita asma membutuhkan inhaler. Ada dua jenis utama inhaler yang dipakai, yaitu bronkodilator seperti salbutamol dan steroid seperti beclometasone.

Gejala asma Beberapa gejala umum asma antara lain, batuk, mengi, sesak napas, dan sesak di dada. Gejala asma intermiten, biasanya memburuk di malam hari dan selama berolahraga. Beberapa gejala umum asma lainnya antara lain kecemasan, bangun lebih awal, detak jantung cepat atau iritasi tenggorokan.  Siapa yang berisiko lebih besar? Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko asma yang lebih besar. Orang yang punya alergi seperti eksim dan rinitis, juga memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena asma

Mereka yang memiliki riwayat keluarga asma, pun lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit ini. Selain berat badan rendah saat lahir, prematuritas, paparan asap tembakau dan sumber polusi udara lainnya, infeksi virus pernapasan juga membuat seseorang rentan terhadap asma. 

 

Komentar Via Facebook :