RSUD Arifin Achmad Berhasil Lakukan Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

RSUD Arifin Achmad Berhasil Lakukan Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

PEKANBARU, AKTUALDETIK.COM,- RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam (Rabu, 27/04/2022).

Operasi ini dilakukan oleh dokter bedah anak RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Dr.dr.Tubagus Odih, Sp BA(K),MKM,FISQua bersama dengan dokter spesialis anestesinya dr. Nopian Hidayat, Sp.An. KAO beserta tim bedah sentral RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.

dr. Odih menyampaikan operasi ini merupakan operasi pemisahan bayi kembar siam pertama yang dilakukan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dan alhamdulillah berjalan lancar. Diagnosa nya berupa Conjoined Twins type Heteropagus Epigenatus yaitu : Bayi kembar siam yang salah satunya tidak berbentuk bayi hidup melainkan parasit ( masih berbentuk bayi yang tidak sempurna dan masih menempel pada bayi hidupnya).

Saat ini kondisi bayi telah stabil dan akan terus dipantau oleh tim dokter Anak khusus bayi bersama tim neonatus. Apabila sewaktu – waktu dibutuhkan tindakan maka kita akan siap memberikan yang terbaik untuk meningkatkan kesehatan si bayi.

Kepada masyarakat khususnya para ibu hamil, dr. Odih menghimbau untuk selalu kontrol secara rutin pada masa kehamilan agar apabila terdeteksi bayi kembar siam dini maka persiapan yang akan dilakukanpun akan semakin baik.

Bayi kembar siam yang telah diizinkan pulang setelah menjalani operasi pemisahan beberapa waktu lalu terpantau sehat saat menjalani kontrol pertamanya di Poliklinik Bedah Anak bersama dengan dokter Dr. dr. Tubagus Odih, Sp. BA (K), MKM, FISQua (Kamis, 13/05/2022).

Kedua orangtuanya mengaku senang karena bayinya sekarang sudah dalam kondisi sehat dan stabil serta dapat berkumpul dengan keluarganya. Mereka sangat berterimakasih atas pelayanan terbaik yang diberikan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau termasuk dokter – dokter, para perawat beserta seluruh tim yang terlibat dalam penanganan anaknya mulai dari persalinan, operasi pemisahan hingga diperbolehkan pulang setelah dirawat beberapa waktu di ruangan NICU RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Mereka juga berharap semoga RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dapat terus meningkatkan pelayanan sehingga dapat terus berkembang dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

Petugas medis melakukan perawatan di Ruang Instalasi Pelayanan Neonatus (IPN)  kepada bayi kembar siam sebelum diperbolehkan pulang 

dr. Odih selaku dokter penanggung jawab menyampaikan alhamdulillah keadaan bayinya saat ini telah membaik mulai dari berat badan yang terus bertambah hingga luka operasi yang sudah mulai sembuh. Untuk tindak lanjut kedepan kita akan melakukan pemeriksaan lanjutan bersama tim yang terdiri dari dokter anak, dokter rehab medik, perawat dan petugas lainnya agar apabila ditemukan gangguan lainnya akan kita identifikasi agar penanganannya lebih maksimal.

Kembar siam adalah kelainan di mana bayi kembar dengan salah satu atau beberapa bagian tubuh saling menempel atau terhubung satu sama lain. Kembar siam tergolong kondisi langka.

Pada kondisi kembar siam, tubuh kedua bayi dapat menyatu atau terhubung pada salah satu atau beberapa bagian tubuh. Bagian tubuh yang paling sering menyatu adalah kepala, dada, perut, punggung, dan panggul. Kondisi ini terjadi akibat tidak sempurnanya proses pembelahan pada kehamilan kembar monozigot (satu sel telur).

kembar

Bayi kembar siam berpotensi meninggal saat masih berada dalam kandungan atau meninggal sesaat setelah dilahirkan. Namun, ada juga yang bisa bertahan hidup.

Gejala Kembar Siam (Conjoined Twins)
Saat mengalami kehamilan dengan janin kembar siam, biasanya tidak ada gejala yang spesifik. Keluhan yang terjadi saat kehamilan umumnya sama dengan kehamilan dengan janin normal lain, seperti lemas, mual, dan muntah-muntah pada masa awal kehamilan.

Sama seperti kehamilan dengan janin kembar, rahim ibu hamil biasanya akan lebih cepat terlihat membesar dibandingkan dengan kehamilan dengan janin tunggal.

Jenis-jenis kembar siam
Kembar siam dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan organ atau bagian tubuh yang saling terhubung. Berikut adalah penjelasannya:

1. Thoracopagus
Kembar siam ini terjadi ketika dada bayi saling menempel. Dada merupakan bagian tubuh yang paling sering terhubung pada kasus bayi kembar siam. Umumnya, mereka hanya memiliki satu jantung, satu liver, dan satu usus.

2. Omphalopagus
Kembar siam ini terjadi ketika perut kedua bayi saling menempel. Umumnya, bayi kembar siam ini hanya memiliki satu liver, satu usus halus bagian bawah, dan satu usus besar.

3. Pygopagus
Kembar siam ini terjadi ketika punggung bawah dan bokong bayi saling menempel. Umumnya, mereka hanya memiliki satu saluran pencernaan, satu alat kelamin, dan satu organ kemih.

4. Craniopagus
Kembar siam ini terjadi ketika kepala bayi saling menempel di bagian samping atau bagian atas kepala. Umumnya, mereka memiliki satu tengkorak, tapi memiliki otak yang berbeda.

5. Ischiopagus
Kembar siam ini terjadi ketika panggul bayi saling menempel, baik saling berhadapan maupun saling membelakangi.

6. Parapagus

Kembar siam ini terjadi ketika panggul, perut, dan dada bayi saling menempel dengan posisi menyamping.

7. Cephalopagus
Kembar siam ini terjadi ketika wajah bayi saling menempel. Umumnya, wajah mereka berada di sisi saling berlawanan dan hanya memiliki satu otak. Bayi yang mengalami kondisi ini sangat sulit untuk bertahan hidup.

8. Rachipagus
Kembar siam ini terjadi ketika tulang belakang kedua bayi saling menempel. Kasus ini sangat jarang ditemukan.

Selain beberapa jenis kembar siam di atas, ada satu jenis lainnya yang dikenal dengan istilah kembar siam parasitik. Pada kondisi ini, fisik salah satu bayi kembar berukuran lebih kecil dan tidak terbentuk secara sempurna.

Komentar Via Facebook :