Marak Kejahatan di Riau, Ada Isu Tebang Pilih Kasus TNTN

Dikonfirmasi Tentang Kejahatan Yang Terjadi di Provinsi Riau Begini Penjelasan Kabid Humas

Dikonfirmasi Tentang Kejahatan Yang Terjadi di Provinsi Riau Begini Penjelasan Kabid Humas

Foto : Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heriawan dan aktivis dari Lembaga Pemantau Kebijkan Pemerintah dan Kejahatan di Indonesia (LPKKI), Feri Sibarani, S.H., M.H

AKTUALDETIK.COM - Meningkatkannya sejumlah kejahatan di wilayah Provinsi Riau, kususnya di bidang kejahatan BBM ilegal, Pertambangan Ilegal, termasuk kehutanan, Kapolda Riau, melalui Kepala Bidang Kehumasan, Kombes Pol Zahwani, berikan penjelasan normatif tanpa menyentuh substansi permasalahan. Pekanbaru, 10/03/2026.

"Mengenai adanya tindakan kejahatan yang terjadi di wilayah Provinsi Riau, kita sudah membuka call center 110, silahkan kepada masyarakat melaporkan segala kejahatan atau tindak pidana yang terjadi di wilayah anda" Sebut Kepala Bidang kehumasan Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si melalui telepon selulernya. 

Bahkan Zahwani menjelaskan bahwa pihaknya dalam menangani berbagai perkara pidana yang terjadi di wilayah Provinsi Riau, harus melihat pada tempus delicti dan locus delicti untuk menentukan prosesnya akan ditangani oleh Polres-polres setempat. 

Selain itu, atas laporan masyarakat di provinsi Riau yang marak terjadi kejahatan bidang BBM ilegal, bahkan hingga saat ini masih terus menjadi masalah sosial karena kelangkaan BBM berjenis solar, Kapolda Riau, melalui Kombes Pol Zahwani kembali menegaskan, bahwa pihaknya berkoordinasi secara terpadu dengan pemerintah provinsi Riau, pihak Pertamina, namun dari fakta lapangan, tindak pidana penimbunan dan peredaran BBM ilegal yang diduga diperoleh dari SPBU maupun mobil tangki masih terus marak dan terbiarkan  hampir diseluruh Provinsi Riau. 

"Ya itu tadi, penindakan kita lakukan secara presisi, misalnya terjadi di wilayah polresta pekanbaru, silahkan di tindak oleh Polresta yang tentunya di backup dari ditreskrimsus Polda Riau. Soal masih terus terjadi kejahatan itu, adalah terletak pada niat dan kesempatan. Kita berusaha mempersempit kesempatan, atau bahkan tidak memberikan kesempatan untuk terjadinya tindak pidana. Tetapi sama dengan Narkotika, kita sudah punya sistem untuk memberantas peredaran Narkotika dan obat terlarang, namun mengapa masih terus ada? Nah ini kembali pada niat dan kesempatan" Terang Zahwani. 

Menurutnya, pihaknya dalam momentum operasi Ketupat akan menggelar pertemuan yang dipimpin oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heriawan bersama gubernur, bupati dan walikota se Riau untuk membahas agar tidak terjadi kelangkaan BBM terutama akibat dampak perang Amerika, Israel dan Iran. 

Ketika dipertanyakan mengenai penanganan tindak pidana di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), sehubungan adanya informasi yang mengatakan dugaan tebang pilih atas penindakan, atau di prediksi ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi, Kombes Pol Zahwani hanya mengatakan pihaknya sedang berproses dan dilakukan secara bertahap dan bertingkat, namun penindakan akan terus dilakukan. 

"Tuhan memberikan kita alam, kekayaan, termasuk sumberdaya yang ada didalamnya, habitat, ekosistem, marilah kita jaga. Kapolda bermaksud agar tidak ada praktik eksploitasi disana" Katanya. 

Sedangakan kabar lain, menyangkut praktik pertambangan emas ilegal (PETI) di Kabupaten Kuansing yang marak terjadi dan telah lama merusak lingkungan hidup karena dampak pengerukan tanah dan tepi sungai di kuansing, yang kabarnya saat ini telah di izinkan oleh Kapolda Riau, Zahwani mengatakan, hal itu telah dilakukan dengan kajian, dan pendekatan yang relevan. 

Di sisi lain, aktivis dari Lembaga Pemantau Kebijkan Pemerintah dan Kejahatan di Indonesia (LPKKI), Feri Sibarani, S.H., M.H, menanggapi pernyataan Kapolda Riau oleh Kombes Pol Zahwani tersebut merasa tidak menyentuh substansi persoalan yang marak terjadi di Provinsi Riau. 

"Negara kita ini sudah penuh dengan pejabat yang jenius dan ahli berteori dan beretorika. Pernyataan Kapolda Riau yang disampaikan oleh Kabid Humas polda itu, tidak lain dan tidak bukan hanya materi kuliah di sekolah atau dikampus. Riau saat ini secara nyata dan fakta penuh dengan kejahatan, yang bahkan sudah menyengsarakan banyak masyarakat. Baik itu BBM, Ilegal logging, Narkotika, termasuk perjudian marak di mana-mana. Apakah polisi hanya bisa berteori saja, tanpa ada tindakan nyata bahkan hasil yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat? " Tanya Feri Sibarani, menjawab awak media ini. 

Feri juga mengatakan, Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heriawan jangan hanya pencitraan saja di medsos. Terlalu terkesan cuek dengan masalah di Riau. 

"Tidak perlu jauh-jauh, cukup Kapolda berikan waktu untuk keliling di ruas-ruas jalan Pekanbaru, seperti jalan Durian, jalan MS Amin misalnya, sepanjang tahun antrean panjang truk dan mobil-mobil pelangsir BBM Subsidi Solar terbiarkan dan tidak ada penindakan dari polisi termasuk dari pengawas pertamina" Lanjut Feri. 

Selain itu Feri juga mengaku mendengar ada informasi bahwa penindakan terhadap pihak-pihak di kawasan TNTN penuh permainan alias ajang kesempatan para oknum penegak hukum untuk memperkaya diri dari pihak-pihak pemilik kebun sawit yang tergolong luas di kawasan TNTN. 

"Semoga informasi ini tidak benar. Tapi kami sudah sangat sering mendengar, penindakan di kawasan TNTN ada indikasi tebang pilih karena adanya praktik terima suap dari pihak-pihak pemilik kebun sawit di TNTN. Bahkan nama-nama pihak yang sampai saat ini masih terus berjaya dan produksi sawit di kawasan TNTN sudah kita tetima beberapa nama. Sepertinya nama-nama ini kebal hukum, karena sampai saat ini tidak ditindak oleh Kapolda Riau" Pungkasnya. 

Menurutnya, pihaknya dalam waktu dekat akan lakukan investigasi ke wilayah TNTN dan akan mengidentifikasi siapa-siapa pihak yang terus berjaya tidak tersentuh di kawasan TNTN. 

"Kita sudah rapat tim dan berkoordinasi dengan rekan di pusat. Melibatkan DPR RI dan  komisi III. Kami juga berafiliasi dengan organisasi dibawah naungan pak Hashim djojohadikusumo, adik presiden RI, Prabowo Subianto. Dengan ketua umum, Handoyo  Semua sedang kami lengkapi agar akurat sesuai fakta lapangan, bahwa adanya pihak-pihak yang kita duga kebal hukum, sementara masyarakat kecil di tindak secara kejam" Ujar Feri. 

Sumber: Wawancara
Penulis/Editor dan: Fitri, SE

Komentar Via Facebook :