Satu-satunya di Riau, Pelayanan Thalasemia Center RSUD Arifin Achmad Berikan Pelayanan Penuh

Satu-satunya di Riau, Pelayanan Thalasemia Center RSUD Arifin Achmad Berikan Pelayanan Penuh

PEKANBARU, AKTUALDETIK.COM,- Thalasemia merupakan penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan secara permanen. Penderitanya diharuskan untuk selalu ke rumah sakit secara periodik untuk mendapat tindakan medis agar dapat bertahan.

Untuk memberikan perawatan terbaik dan menyeluruh kepada pasien thalasemia, sejak tahun 2015 RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau memiliki pelayanan Thalasemia Center.

Direktur RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau drg. Wan Fajriatul Mamnunah Sp. KG menyampaikan Thalasemia Center RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau merupakan satu – satunya di Provinsi Riau dan memiliki dokter – dokter spesialis penanggung jawab yaitu Dr. dr. Elmi Ridar, Sp. A dan dr. Cece Alfalah, Sp. A (K) M. Biomed serta dokter umum dr. Iryun Netti.

Thalasemia Center RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau tengah menangani 147 orang pasien thalasemia dan mampu memberikan pelayanan menyeluruh kepada 20 orang pasien setiap harinya.

dr. Cece Alfalah, Sp. A(K) menyampaikan thalasemia adalah penyakit kelainan darah genetik (bawaan) pada anak dimana hemoglobinnya tidak bisa terbentuk sempurna dan menyebabkan sel darah merah gampang rusak sebelum waktunya. Hal ini dapat menyebabkan anemia, Hipoksia jaringan, dan hemolisis, dll.

Pelayanan Thalasemia Center

Dalam penanganannya dapat dilakukan transfusi darah, spelenektomi, stem cell transplantasion (HSCT), dan pengobatan gen serta dapat dilakukan upaya pencegahan berupa edukasi, deteksi karier, konseling yang efektif, dan diagnosis prenatal.

Kepada masyarakat dr. Cece berpesan agar sebelum menikah hendaknya memeriksakan diri. Jika terbukti membawa karier thalasemia maka bisa dilakukan konseling, edukasi, dan tindakan medis lainnya untuk mencegah lahirnya bayi dengan thalasemia.

Thalasemia adalah kelainan darah karena kurangnya hemoglobin (Hb) yang normal pada sel darah merah. Kelainan ini membuat penderitanya mengalami anemia atau kurang darah.

Thalasemia terjadi akibat kelainan genetik yang diturunkan. Artinya, kondisi ini sudah bisa terjadi sejak masa kanak-kanak. Umumnya, gejala awal yang akan muncul adalah gejala anemia, yang menimbulkan keluhan cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak napas.

thalassemia - Alodokter

Thalasemia perlu diwaspadai, terutama yang berat, karena dapat menyebabkan komplikasi berupa gagal jantung, pertumbuhan terhambat, gangguan hati, hingga kematian.

Penyebab dan Gejala Thalasemia
Thalasemia disebabkan oleh kelainan genetik yang memengaruhi produksi sel darah merah. Kelainan genetik ini diturunkan dari orang tua meski orang tua tersebut tidak mengalami gejala.

Penderita thalasemia akan mengalami anemia yang membuat penderitanya mudah lelah dan lemas. Gejala ini biasanya muncul pada 2 tahun pertama kehidupan. Akan tetapi, bagi penderita thalasemia ringan (minor), anemia mungkin tidak terjadi.

Waktu kemunculan dan tingkat keparahan gejala yang dialami penderita tergantung pada jenis thalasemia yang diderita. Pada thalasemia mayor, penderitanya akan merasakan gejala kurang darah yang berat. Kondisi ini dapat merusak organ tubuh, bahkan berujung pada kematian.

Pengobatan dan Pencegahan Thalasemia
Thalasemia adalah penyakit jangka panjang yang memerlukan perawatan seumur hidup. Penderita thalasemia perlu menjalani transfusi darah berulang untuk menambah sel darah yang kurang. Sedangkan pada penderita thalasemia berat, dokter akan menganjurkan prosedur transplantasi sumsum tulang.

Thalasemia tidak dapat dicegah, karena kelainan ini diturunkan secara genetik. Untuk mencegah agar thalasemia tidak menurun ke anak, pasangan yang akan menikah disarankan berkonsultasi dengan dokter, terutama bagi pasangan yang keluarganya menderita thalasemia.

Dokter akan melakukan pemeriksaan darah guna mengetahui adanya kelainan genetik yang bisa diturunkan kepada anak setelah menikah. Pada pasangan yang membawa gen thalasemia, dokter akan menganjurkan prosedur bayi tabung untuk mencegah thalasemia menurun kepada anak.

Komentar Via Facebook :